Dua kursi merah tertata apik berhadapanDi ujung sana kapal tongkang siap berlayarMereka berdua bahagia saling tertawan Pagi itu terasa matahari enggan berbinarKatanya “aku akan menjual
SelengkapnyaApakah saya harus meminta maaf untuk seonggok kebahagiaan saya?Atau saya harus merasa bersalah karena mampu tersenyum di waktu tidur?Percayalah, saya menunggu sebuah masa meski nyatanya
SelengkapnyaKetika Sang Maha Rasa tau mana doa yg diijabah atau dilarung ke samudraTerasa hampa ketika angin bertepa tanpa suaraMenuai hawa diantara rumput kering dan gubuk
SelengkapnyaSeandainya sawah dan ladang di desa tak jadi kavlingan Seandainya anak muda mau belajar dan tak berdiam dalam goyangan Seandainya burung di atas padi menurut
SelengkapnyaDari masa ke masa, selalu saja ada artikel perihal perempuan yang menuai pro kontra: pilihan antara bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Dalam sebuah website,
SelengkapnyaSaya selalu membayangkan, betapa peliknya perempuan untuk berkarir – apa lagi punya jabatan tertentu di tempat kerja. Beberapa perempuan yang saya kenal, memilih resign dibandingkan
SelengkapnyaHeterogenitas Perempuan Lansia Sadli (2018) dalam bukunya berjudul ‘Menjadi Perempuan Sehat dan Produktif di Usia Lanjut’ banyak memotret pengalaman perempuan lansia yang masih produktif. Meskipun
Selengkapnya“Kita (lansia) selalu dianggap sebagai orang yang tidak bisa berpikir lagi dan yang selalu diangkat selalu penyakitnya, bukan produktivitasnya… Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seseorang
SelengkapnyaRevolusi Industri tahun 1759-1799 telah melatarbelakangi kemunculan Feminisme Liberal di Eropa. Kreativitas perempuan menurun karena mesin mengambilalih potensi perempuan. Hal itu berakibat pada kemunduran dan
SelengkapnyaPemikiran Feminisme Eksistensialis tidak dapat terlepas dari pemikiran filsuf Eksistensialis seperti Jean Paul Sartre. Melalui konsep tersebut, Simone de Beauvoir secara khusus menyatakan pembedaan perempuan
Selengkapnya