Dalam bahasa Jawa, itu artinya “sudah, buruan”.Kalau diingat-ingat banyak sekali konteks yang sering dikaitkan dengan dua kata pamungkas ini.“wes, ndang nikah”“wes, ndang punya anak”“wes, ndang
SelengkapnyaTerik menyengat pukul tiga belasBunyi metromini dan kernet berbalasKu sigap meski tergagapMelompat turun berdegap Ku tunggu Yolanda, sang seniman jalananPada gang Jakarta yang penuh kerumunanYolanda
Selengkapnya“…Kata mbak Pi, calon suamimu itu melambai, kayak perempuan, kalem gitu lho..” komentar tetangga Aku merasa geli Komentar tetangga yang tak jarang bernada iri Ironisnya
SelengkapnyaAku emosi Karena aku selalu ditanyai “Apakah sudah isi?” Mereka bertanya sambil menunjuk perut ini Sebetulnya aku belum terlalu lelah menjawab pertanyaan mereka yang penuh
SelengkapnyaLangit ku biru terang.. mengiringi ku terbang menuju pelangi seperti tetesan embun dalam versi berwarna.. indah..sangatlah indah. kilaunya tautkan hatiku sahabatku bahagia dalam diamnya menyembunyikan
SelengkapnyaAh..seperti apa kebebasan itu.. begitu bahagia menghirup udara tanpa beban tersenyum tanpa tekanan.. menari tanpa rintangan berdansa dan melompat sekuat tenaga berlutut di tengah
Selengkapnya