Di masa sekolah, kita dituntut berprestasi Menjadi yang terbaik dengan segudang ekspektasi Pun di usia dewasa, Setiap orang berlomba-lomba Yang lama-lama melelahkan juga memuakkan Semua
SelengkapnyaTerbangkanlah kelopak mawar kepadanya Seorang gadis yang melihat sebuah kampus dari televisi berwarna tetangganya Ia berpikir, apa yang dilakukan orang2 muda di sana? Apakah mereka juga
SelengkapnyaSeperti bukit itu sebagai pengingat Selama pelukan yang hangatTerasa begitu dekat dalam pagi yang pekat Terikat dalam bilik kayu yang bersekatMemendam dendam yang temaram Semuanya
SelengkapnyaBagaimana Jika? Jika ada penerimaan pasti ada penolakanJika ada perkenalan pasti ada perpisahanJika ada perdamaian pasti ada peperanganJika ada kelahiran pasti ada kematian Sudah sejatinya
SelengkapnyaPuan, saya dirayakan di ujung jurangApapun ia berikan, sejalan dengan ego dan amarahnyaTapi tidak selalu, meski berulangSering, namun ujungnya berakhir dengan bahagia Kadang saya merasa
SelengkapnyaBetapa menakutkannya bertemu denganmu hai manusiakuSosok dengan rasa yang tetap ada, namun tak lagi mau memilikikuSakitnya karena pada akhirnya kisah inimenjadi asing, untukmu dan untukkuSampai
SelengkapnyaDua kursi merah tertata apik berhadapanDi ujung sana kapal tongkang siap berlayarMereka berdua bahagia saling tertawan Pagi itu terasa matahari enggan berbinarKatanya “aku akan menjual
SelengkapnyaApakah saya harus meminta maaf untuk seonggok kebahagiaan saya?Atau saya harus merasa bersalah karena mampu tersenyum di waktu tidur?Percayalah, saya menunggu sebuah masa meski nyatanya
SelengkapnyaKetika Sang Maha Rasa tau mana doa yg diijabah atau dilarung ke samudraTerasa hampa ketika angin bertepa tanpa suaraMenuai hawa diantara rumput kering dan gubuk
SelengkapnyaSeandainya sawah dan ladang di desa tak jadi kavlingan Seandainya anak muda mau belajar dan tak berdiam dalam goyangan Seandainya burung di atas padi menurut
Selengkapnya